Mutia Rahmi as Tekhasimura seorang muslimah yang memaknai setiap langkah hidup, perjuangan yang selalui dianggap sebagai nikmat, kebahagiaan jika telah melewatinya. Berjiwa Besar atas Takdir yang Allah SWT tentukan padanya. Blog ini berisi pemikiran, ungkapan, kata-kata, yang semoga dapat menjadi motivasi,
Untuk kenal lebih lanjut bisa ke instagram: @mutia.tekhasimura
Salam Blogger Indonesia ^_^
Teman-teman penasarankah anda,pernahkah berfikir dimanakah tempat yang abadi itu? terbesit oleh kita dimanakah tempat yang benar-benar kekal? diriku sendiri selalu berkata-kata umur semakin bertambah,Perubahan apakah yang telah ku lakukan untuk sekarang ini? Awalnya kita tidak tau tempat yang benar-benar kekal itu,tetapi setelah membaca dan menelaah isi al-qur'an TERNYATA jawabannya adalah Akhirat... Penasaran lagi?????? AKHIRAT... tempat apakah itu???? itu selalu menjadi pr untuk ku mencari jawabannya.. yang pasti semua amal kita di dunia akan di balas oleh Allah SWT TAK TERKECUALI mau amal kebaikan bahkan amal keburukan,,,,,, Sejak mengetahui itu diriku takut akan azab jikalau berbuat dosa,, Walau ku tau semua manusia tak luput dari kesalahan...betulkan teman? tapi walau begitu kita kan dapat berusaha sedikit demi sedikit... tahukah kalian apakah yang paling kutakuti??? ya itu aq takut membuat Allah murka,Kecintaanku padaNYA tiada tertandingi di dunia ini Semua itu di pelukan proses memang dalam mencari hidup yang haqiqi tapi...ketahuilah teman pernahkah Kalian BeRFIKIr?bahwa semua cobaan ada hikmahnya.. Nah di situlah kelak kan kita temukan kehidupan yang haqiqi mengetahui maksud dan tujuan Allah Kepada kita sebagai hambanya... Begitu juga jika kenikmatan itu datang.. kita juga di uji lo teman-teman... ketika semua itu datang kita di lihat apakah kita mensyukuri nikmatNya.... Mempersingkat aja "MARI KITA TABUNG AMAL KEBAIKAN KITA" SEbelum kematian menjemput kita..... KarEnA kematian siapa yang tau.......????? ya nggak teman-teman.... wassalamualaikum wr. wb.
Nah kita semua pasti telah mendengar lirik dari nasyid tersebut
Setiap orang mempunyai perbedaan dalam mendefinisikan apa arti persahabatan.
Persahabatan itu indah,membuat hati damai seseorang yang selau ada dalam suka dan duka.setuju nggak???
Apalagi bagi remaja-remaja persahabatan selalu ada mengiringi hidupnya.
Sekarang pertanyaannya BOLEH NGGAK BERSAHABAT DENGAN LAWAN JENIS?? Pertanyaan ini kerap muncul di benak kita kan.baiklah kita akan mengusut tuntas apa hukumnya bersahabat dengan lawan jenis.
Sebagai manusia kita pasti tidak dapat hidup sendiri secara sengaja atau tidak sengaja sosialisasi dengan lawan jenis kerap ada diantara kita.ada suatu kisah
·ketika beberapa wanita bertanya kepada Rasulullah saw.: “Ya Rasulullah,
·kami tidak mendapat peluang untuk belajar di majelismu yang dipenuhi kaum
·laki-laki, maka berilah kami kesempatan agar kami dapat belajar darimu pada
·kesempatan itu.” Kemudian Rasulullah menjawab: “Bagianmu adalah di rumah si
·fulanah.” Maka beliau datang kepada mereka (kaum wanita) pada hari dan tempat
·yang telah dijanjikan dan beliau mengajar mereka. (Lihat Fathul Barri, jilid
Dari kisah diatas menunjukkan interaksi yang positif dengan lawan jenis.dan Rasulullah mengajarkan interaksi yang seperlunya saja.
Dalam pertemanan dengan lawan jenis hindari timbulnya fitnah.
Seperti Rasulullah pada suatu hari Rasulullah berjalan bersama wanita lalu di dalam perjalanannya Rasulullah berpapasan dengan sahabatnya nabi berkata,”wahai sahabatku wanita ini istriku.prilaku Rasulullah Saw agar beliau terhindar dari fitnah.
Nah begitu juga dengan kita bahwa dalam menjalin persahabat dengan lawan jenis kabarkanlah pada yang lain bahwa kita berteman dan tentunya dengan tindakan kita yang berada pada batas kewajaran.
Hal yang harus di perhatikan jika berteman dengan lawan jenis:
·1. Menundukkan pandangan. Maksudnya adalah memandang kepada yang bukan aurat
·dari lawan jenis dan memandang selain aurat tidak dengan syahwat. Dalilnya
·adalah al-Qur’an surat an-Nuur [24]: 30-31.
·2. Tidak berkhalwat (menyepi, berdua-duaan dengan lawan jenis). Hal ini
·yang berbeda agama sebagai bithōnah (teman kepercayaan) dan walĂ® (teman
·yang dekat atau pelindung dan penolong).
·
·Selain itu perlu diperhatikan pula, agar teman tetap menjadi teman, yaitu
·dengan cara:
·a. Kurangi frekwensi pertemuan yang tidak perlu.
·b. Jangan berbicara dan berpenampilan yang menimbulkan daya tarik bagi lawan
·jenis.
·c. Menutup aurat dan memakai jilbab bagi wanita.
·d. Kurangi berhubungan. (maksudnya seperti, sms, nelpon, e-mail dan chatting)
·e. Menjaga hati.
·Yang terpenting persahabatan itu berlandaskan keimanan kita kepada Allah swt.
·Ada pun seseorang yang curhat tentang keluarga,masalah,promlematika atau sejenisnya yang lebih mendekat lagi dengan lawan jenisnya menjadi SAH jika diantara keduanya diikat dengan tali pernikahan.
Nah teman-teman setelah kita bahas sekarang kita sudah tahukan apa hukumnya.Jaga terus prilaku kita sesuai sunnah-sunnah Rasulullah saw.