Karya: AR 7
Disini ku termenung meratapi nasib yang telah ku capai
dan saat ini pula ku teringat sosok laki-laki dewasa yang sangat berharga dalam hidupku
Ia memperkenalkan aku dengan Sang Pencipta setelah aku dimuntahkan dari rahim ibuku
Ia menyayangiku seperti ia menyayangi ibuku
Tuhan...
Ia bagaikan pelita di gelap gulita
semngatnya bagaikan gejolak api yang menyala-nyala
Lembut hatinya seperti seonggok salju dan segenggam kapas
Petuah darinya bagaikan ombak yang mendebur menghancurkan batu karang
ilmu demi ilmu ia jejalkan ke dalam sanubariku
Agar aku menjadi manusia layaknya manusia
Individual yang berakhlakul karimah, individu yang tangguhdan bermental baja yang siaga menghadapi rintangan hilir melintang
Tuhan..
Mengemis untuk seorang laki-laki yang memberi banya
k pelajaran berharga pada diriku
Laki-laki yang rela membanting tulang demi masa depanku
Jagalah ia Tuhan...
Lindungi ia, kasihani ia, terimalah amalnya dan berikan ia tempat paling indah disisi-Mu
*ket: puisi ini dibuatkan oleh teman saya yang senang bergelut dalam puisi, nama aslinya Fajrul Umam Atmarazaqi (AR7) . Terima kasih sudah banyak puisi yang ia buat untuk membantu saya dalam lomba baca puisi, yang salah satunya berhasil menghantarkan saya juara III tingkat remaja mesjid di mesjid syakirin pontianak.
Mungkin memang "ia" ini adalah curahan hati dari pembuatnya, namun saya kira ini bisa mewakili perasaan seorang anak, terkhusus saya.
