Pages

Jumat, 24 Agustus 2012


AWAL PERJUANGAN BARU
Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah  Rabu, 1 Agustus merupakan momentum bersejarah, sekali seumur hidup saat berstatus Mahasiswa Baru atau yang lebih popular dengan singkatan MABA, saya ingin bercerita mengenai hari bersejarah ini, ingat kawan ini murni hanya untuk share pengalaman J .Abaikan jika ada terlintas di benak kalian akan hal-hal buruk tentang saya.
                “Hari sakral” aku menyebutnya untuk MABA UNPAD angkatan 2012. Pukul 05.30 kami harus bergegas ke kampus untuk menghadiri Prosesi Sidang Terbuka Senat UNPAD yang dipimpin langsung oleh bapak rektor. Usai sholat subuh kulangkahkan kaki melawan suhu udara yang dingin menghujam tubuh. Herannya keluar dari kos sudah ramai para ojek berantrian, teriak-teriak mencari penumpang, kupasang telinga baik-baik mendengar antara tukang ojek dan calon penumpangnya yang juga MABA, “Berapa pak ke gerbang BNI?”  , “Rp 7000,00 neng”, jawab tukang ojek enteng.
                Gubrak kok mahal kali pikirku, mereka dimanfaatkan situasinya, si tukang ojek emang pintar. Aku terus menyerbu jalan yang sepi dari pejalan kaki, kanan kiri cilinguan kemana aku harus jalan tuk sampai ke kampusku yang konon luasnya berhektar-hektar hingga aku menemukan sebuah lorong waktu bawah tanah. Bak tikus yang lincah menembus satu got ke got yang lain, Aku masuk, membungkukkan bandan hingga benar –benar aku telah keluar dari lorong itu, “Hiiiaat “ sekuat tenaga berdiri tegak untuk berjalan, itu pagar dinding UNPAD yang sepertinya di pecahkan penduduk dikit untuk jalan pintas ke kampus.
                Berjalan dengan semangat ’45 , terlihat olehku MABA yang lain telah bergerombolan berbincang-bincang tertawa. Ku sadari hari ini menjadi titik awal gerak-gerik kami akan menjadi bukti karakter kami menjadi MABA UNPAD “angkatan 2012”. Para panitia PRABU melihat, mengatur, mengiringi kami yang jumlahnya ribuan “orang hebat” hingga sampai ke lapangan sepak bola.
                Takjub dengan ketertiban yang terjadi, dalam waktu singkat kami para MABA telah terduduk rapi dengan jatah kelompok masing-masing, saya kelompok 14 berada di depan, sayap kanan panggung. Duduk dengan rapi seakan kami berbaris depan –belakang  kanan –kiri lurusss. Tinggal kami menunggu waktu acara mulai, memainkan peran utama sakral hari ini. Berkenalan dengan teman-teman baru dengan kepedean tingkat tinggi (lebih tinggi dari istilah 100% :P) , memulai aksi dengan salam(bersalaman), tegur (berbagi pengalaman masuk UNPAD), sapa (tertawa bersama) sampai titik kulminasi itu datang ( :p) , beranjak ke belakang menuju barisan lain yang berdiri panjang seperti rangkaian badan  ular. Aneh melihat tempat itu, sebuah box kontener yang biasa saya lihat di Pelabuhan TRIKORA Pontianak, terbagi pada dua zona perempuan dan laki-laki, tiap zona ada dua kamar mandi ++ wastafel dan cermin, ada juga box berbox  wc yang cuma khusus untuk  perempuan atau laki-laki saja selain wc permanen yang berdiri kokoh di pinggir lapangan sepak bola itu.