AWAL PERJUANGAN BARU
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah Rabu, 1
Agustus merupakan momentum bersejarah, sekali seumur hidup saat berstatus
Mahasiswa Baru atau yang lebih popular dengan singkatan MABA, saya ingin
bercerita mengenai hari bersejarah ini, ingat kawan ini murni hanya untuk share
pengalaman J
.Abaikan jika ada terlintas di benak kalian akan hal-hal buruk tentang saya.
“Hari
sakral” aku menyebutnya untuk MABA UNPAD angkatan 2012. Pukul 05.30 kami harus
bergegas ke kampus untuk menghadiri Prosesi Sidang Terbuka Senat UNPAD yang
dipimpin langsung oleh bapak rektor. Usai sholat subuh kulangkahkan kaki
melawan suhu udara yang dingin menghujam tubuh. Herannya keluar dari kos sudah
ramai para ojek berantrian, teriak-teriak mencari penumpang, kupasang telinga
baik-baik mendengar antara tukang ojek dan calon penumpangnya yang juga MABA,
“Berapa pak ke gerbang BNI?” , “Rp
7000,00 neng”, jawab tukang ojek enteng.
Gubrak
kok mahal kali pikirku, mereka dimanfaatkan situasinya, si tukang ojek emang
pintar. Aku terus menyerbu jalan yang sepi dari pejalan kaki, kanan kiri
cilinguan kemana aku harus jalan tuk sampai ke kampusku yang konon luasnya
berhektar-hektar hingga aku menemukan sebuah lorong waktu bawah tanah. Bak
tikus yang lincah menembus satu got ke got yang lain, Aku masuk, membungkukkan
bandan hingga benar –benar aku telah keluar dari lorong itu, “Hiiiaat “ sekuat
tenaga berdiri tegak untuk berjalan, itu pagar dinding UNPAD yang sepertinya di
pecahkan penduduk dikit untuk jalan pintas ke kampus.
Berjalan
dengan semangat ’45 , terlihat olehku MABA yang lain telah bergerombolan
berbincang-bincang tertawa. Ku sadari hari ini menjadi titik awal gerak-gerik
kami akan menjadi bukti karakter kami menjadi MABA UNPAD “angkatan 2012”. Para
panitia PRABU melihat, mengatur, mengiringi kami yang jumlahnya ribuan “orang
hebat” hingga sampai ke lapangan sepak bola.
Takjub
dengan ketertiban yang terjadi, dalam waktu singkat kami para MABA telah
terduduk rapi dengan jatah kelompok masing-masing, saya kelompok 14 berada di
depan, sayap kanan panggung. Duduk dengan rapi seakan kami berbaris depan
–belakang kanan –kiri lurusss. Tinggal
kami menunggu waktu acara mulai, memainkan peran utama sakral hari ini. Berkenalan
dengan teman-teman baru dengan kepedean tingkat tinggi (lebih tinggi dari
istilah 100% :P) , memulai aksi dengan salam(bersalaman), tegur (berbagi
pengalaman masuk UNPAD), sapa (tertawa bersama) sampai titik kulminasi itu
datang ( :p) , beranjak ke belakang menuju barisan lain yang berdiri panjang
seperti rangkaian badan ular. Aneh
melihat tempat itu, sebuah box kontener yang biasa saya lihat di Pelabuhan
TRIKORA Pontianak, terbagi pada dua zona perempuan dan laki-laki, tiap zona ada
dua kamar mandi ++ wastafel dan cermin, ada juga box berbox wc yang cuma khusus untuk perempuan atau laki-laki saja selain wc
permanen yang berdiri kokoh di pinggir lapangan sepak bola itu.

0 komentar:
Posting Komentar