Pages

Senin, 17 September 2012

LuKiSan InDaH itu :D


 Senin, 17 September 2012

Bertolak ke Bandung dari hari sabtu, membuatku semangat akan datangnya abangku dari Surabaya.  Berawal janjian bertemu dengan kedua abangku itu di Palasari, toko buku yang terkenal murahnya. Bermodal nekad untuk bisa melangkahkan jejakku di Bandung ini, klo dlihat dari segi pengalamanjalan di bandung semua rute yang kulewati belum pernah kucoba sebelumnya. Pas di depan, jalan utama ke Palasari, petugas DAMRI yang baik hati memberhentikan busnya dgn tepat.
                Berjalan menyusuri keramaian, tengak tengok celegukan kesana kemari menatap pengunjung, bertanya. “ Sudah adakah kedua abangku itu?” .Rasa khawatir ada mengingat pertualangan ke Palasari udah pernah sendiri, jadi kuputuskan untuk bertanya tanya-tanya  soal buku di kios pertama dari arah jalan.Menunggu penjual mencari buku yang ku pinta, mataku menelusi jalan terlihat sosok abangku kedua  M. Haitama, waliku J ,tersenyum kepadaku. Kusapa dan menyalami keduanya. Membuka obrolan dari hal yang ringan sampai masalah kuliah, sampai tak terasa kita pun melanjutkan perjalanan ke Pasar Baru setelah kudapati Ilmu Komunikasi oleh Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, MA , dekan 2 kali berturut-turut di FIKOM, UNPAD, seharga Rp 25.000,00 .
                Ku kira abangku yang pertama akan ikut bersama kami, ternyata tidak ia punya urusan yang lebih penting hingga kami sepakat untuk bertemu kembali di mesjid Darut Tauhid. Mesjid Aa GYM itu. Seperti sebelumnya aku dan abangku kedua memang klop lah klo dah jalan bareng, dari mulai, bercanda, tertawa, bersakat, sampai uneg-uneg kan. Menjelajahi Pasar Baru tidak enak yang dikira kami harus jalan lagi dari mensjid alun-alun kurang lebih 1 km, karenanya juga jalan-jalan ke meseum Asia-Afrika mengetahui sejarah Indonesia secara real berdasarkan bukti, menonton GNB secara visualisasidan dokumenter,bahkan sampai ke perpus ku temukan buku legenda yang telah usang tulisan Prof. Sulistyo Basuki, “Pengantar Perpustakaan”, Kantor media informasi PIKIRAN RAKYAT,  di tambah view bangunan yang konon katanya peninggalan Belanda. Ke Pasar Baru bukanlah untuk belanja keperluan kami, tapi untuk sebuah misi, misi untuk menghasilkan uang bagi Mahasiswa. Bermodalkan kamera ku foto setiap baju yang menarik hatiku. Sepanjang jalan ku berfikir, “Bagaimanakah selera ibu-ibu itu?”, bimbang, sampai-sampai mungkin hanya lima baju yang ku foto. Akhirnya kami akhiri juga pertualangan di daerah itu, bertolak ke mesjid perjanjian, tempat kami menginap. Angkot kelapa-ledeng melesat jauh meninggalkan hiruk pikuk keramaian di alun-alun itu.
                                                                       ***

0 komentar:

Posting Komentar